Cerpen | Mas Toul alias Mas Petak

Cerpen ini asli saya yang buat, kira-kira umurnya kurang lebih sudah 4 tahun. Semoga kalian suka dan jangan lupa sertakan komentar kalian mengenai cerpen dibawah ini. Selamat membaca !!!

Mas Toul alias Mas Petak
   Hubungan Annisa dengan Mas Toul Ujang Ismail sangatlah harmonis karena perkawinan mereka memang dilandasi oleh rasa cinta bukan karena paksaan dari berbagai pihak. Dulu, sejak pertama kali berkenalan Mas Toul memang sangat ramah juga sopan terhadap lawan jenisnya maka dari itu ketika masih duduk dibangku kuliah Mas Toul selalu menjaga jarak dengan wanita yang bukan mahromnya. Sepenglihatan Annisa pada saat itu Mas Toul memang tak pernah sekali pun menyentuh atau mendekati wanita tanpa ditemani oleh orang ketiga karena ia tidak ingin menimbulkan fitnah nantinya. Mas Toul memang mahasiswa yang sangat dibanggakan oleh salah satu dosen besar di kampus karena selain prestasinya yang patut dikagumi semasa SMA tapi juga Mas Toul selalu berhasil mempertahankan IPKnya pada setiap semester. Jadi sangat pantas bila Mas Toul dicap oleh Rektor sebagai mahasiswa penerima beasiswa pemilik otak emas dan Annisa serta teman kampus pun terbiasa memanggilnya Mas Petak. Mas Toul alias Mas Petak adalah laki-laki keturunan sunda dan Arab. Memiliki hidung mancung dan paras rupawan ialah turunan dari ayahnya sedangkan nada bicara yang agak diayun dari sang ibu tercinta. Sampai sekarang Annisa juga masih tidak menyangka bisa memiliki Mas Petak sebagai suaminya karena dulu semasa kuliah Annisa memang sama sekali tidak terlalu dekat dengan beliau, paling Annisa hanya bisa mencari informasi tentang Mas Petak dari karib dekatnya saja itu pun jika Annisa sedang kepo dengan kehidupan Mas Petak.Kenangan terindah yang paling Annisa ingat bersama Mas Petak semasa kuliah ialah ketika mereka pergi berlibur bersama teman sekelasnya ke Jeddah, Saudi Arabia setelah kelulusan sarjana. Ide itu pertama kali keluar dari dasar batin Annisa karena tujuan utamanya mengajak mereka berlibur agar Annisa bisa mengetahui rumah Mas Petak disana namun Annisa merahasiakannya kepada mereka. Annisa juga sebenarnya tidak tahu entah dari kapan perasaan cinta itu muncul tapi dengan berjalannya waktu ternyata perasaan Annisa kepada Mas Petak benar-benar nyata adanya. Hal itu dibuktikan ketika di Jeddah Mas Petak sering sekali bertemu dengan wanita yang belum Annisa kenal dan Annisa pun selalu merasakan kecemburuan yang berlebihan saat melihat Mas Petak sedang mengobrol dengan perempuan tersebut. Namun faktanya menurut Anggit wanita itu adalah adik kandung Mas Petak, ia bernama Inka Toul Ismail. Mas Petak memang anak pertama dari 11 bersaudara karena sang ayah melarang ibu Aisyah untuk mengikuti program keluarga berencana. Saat mendengar pernyataan itu Annisa sangat terkejut dan kagum karena jarang sekali ada keluarga yang tidak ikut program KB. Oleh pernyataan itu juga Annisa jadi teringat kepada keluarga Kesebelasan Gen Halilintar di Indonesia, ujarnya Annisa juga sangat mengagumi Gen Halilintar karena ia juga ingin seperti mereka yang bisa Travelling bersama anak-anaknya yang banyak ke berbagai negara. Dari hari ke hari perasaan Annisa semakin membuncah hingga akhirnya Annisa berniat untuk mengungkapkannya kepada Mas Petak tapi untungnya itu semua berbalik arah karena Mas petak sudah lebih dulu menyatakan perasaannya kepada Annisa.
 "Apakah Mas Petak serius dengan apa yang baru mas katakan kepada saya?"
"Apa memang yang saya katakan ini kelihatan seperti bercanda? Kamu harus tahu sebenarnya sudah lama aku memiliki perasaan lebih terhadapmu Annisa namun aku baru bisa menyatakannya sekarang. Satu hal yang juga harus kamu ketahui, hari ini aku mencoba memberanikan diri saya untuk berbicara berdua dengan wanita yang bukan mahrom karena biasanya saya selalu didampingi oleh orang lain jika sedang dalam situasi seperti ini. Apa sekarang kamu sudah percaya dengan keseriusanku?"
"Baiklah aku percaya itu. Tapi apa Mas bisa memberikan satu jawaban lagi agar kenyakinanku menjadi lebih kuat?"
"Ok. Besok pagi aku akan mengajakmu untuk bertemu orang tuaku karena diwaktu itu juga aku akan melamarmu."
"(Annisa hanya bisa menganggukkan kepala karena ia masih belum yakin jika Mas Petak akan serius seperti ini)"
   Keesokan harinya Mas Petak benar-benar mengenalkan Annisa kepada orang Tuanya dan dalam waktu dekat ini Mas Petak akan mempersunting Annisa sebagai istri. Masih seperti kemarin Annisa hanya diam seribu kata setelah mendengar Mas Petak berucap untuk segera mempersuntingnya dalam waktu dekat karena Annisa masih belum yakin jika Mas Petak akan serius dengan perkataannya tapi apalah daya Annisa pun tidak bisa menyalahkan Mas Petak karena perasaan cinta yang Annisa miliki menahan gejolak emosi dalam dirinya.
"Apakah kamu bersedia menjadi calon istriku?"
"(Annisa hanya mengangguk-anggukan kepala)"
Satu hari setelah itu Annisa beserta teman sekelasnya memutuskan untuk segera terbang ke Jakarta. Selain untuk menyudahi liburan tapi Annisa juga berencana jika hari ini ia akan mengenalkan Mas Petak kepada kedua orang tuanya. Akan tetapi Annisa masih sedikit ragu dengan keputusannya itu karena ia tak yakin jika orang tuanya akan setuju dengan pertunangan yang telah mereka lakukan di Jeddah. Satu jam sudah mereka lalui didalam pesawat dan kini mereka pun akan segera mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
"Akhirnya kita tiba juga di Jakarta" Ujar Mas Petak.
"Selamat ya atas pertunangan kalian. Semoga nanti pernikahannya akan berjalan dengan lancar" Ujar Anggit dan teman yang lain.
"Terima Kasih. Doakan saja!"
   Pukul 13:10 wib, Annisa tiba diteras rumahnya. Tidak lama kemudian Niki selaku anak angkat dari ibu Diah pun membukakan pintu lalu Annisa mempersilahkan Mas Petak untuk masuk. Kebaikan dan ketenangan didalam rumah ibu Diah bisa Mas Petak rasakan karena keluarga Annisa sangat memuliakan tamunya. Disana Mas Petak dijamu hangat oleh keluarga Annisa layaknya sedang menjamu seorang utusan kepala Negara. Dari mulai kedatangan hingga kepulangannya Mas Petak sangat diperlakukan begitu baik oleh keluarga Annisa. Bukan hanya masalah jamuan tapi tujuan Mas Petak dan Annisa untuk menjadi calon suami istri pun sangat diacungi jempol oleh ibu Diah. Ujarnya beliau tidak bisa memberikan apa-apa selain restu dan doa untuk mereka karena masalah pendamping hidup biar Annisa yang memilih siapa yang menurutnya terbaik. Sebelum memutuskan untuk pulang dari rumah Annisa, Mas Petak pun memberikan sebuah pernyataan agar ibu Diah semakin percaya dengan keseriusannya untuk menjadi calon suami Annisa dengan mendatangkan orang tuanya besok pagi. Karena nanti malam orang tua Mas Petak sudah akan tiba di Jakarta.Impian Annisa yang dulu hanya bisa mengintai Mas Petak dari kejauhan kini mulai berada dalam genggaman karena sebentar lagi ia akan segera dipersunting oleh laki-laki berparas rupawan blasteran Indonesia-Arab yang sudah lama diidamkannya itu. Kedekatan Annisa dengan Mas Petak pun jadi semakin akrab tanpa adanya orang ketiga disamping mereka karena pada tanggal 11 Januari 2013 inilah sebagai tanda bukti tentang pemersatu mereka setelah ikrar suci yang telah Mas Petak ucapkan pada Ijab dan Qobulnya.Pernikahan mereka kini sudah berjalan satu tahun dan tidak lama lagi Annisa akan melahirkan seorang anak hasil dari perkawinannya dengan Mas Petak karena kehamilan Annisa sekarang sudah menginjak usia 9 bulan. Menurut hasil USG yang pernah mereka lakukan bahwa anak yang sedang dikandung Annisa ialah berjenis kelamin perempuan. Hal itu memang sangat mengejutkan Mas Petak karena keinginannya untuk mempunyai seorang anak perempuan dari Annisa akan segera terwujud. Rasa bahagia Mas Petak juga ditunjukan kepada Annisa karena ia telah mempunyai sebuah nama yang sangat bagus untuk anaknya jika sudah lahir nanti. Nama yang diambil dari bahasa Arab itu tak sabar ingin segera Mas Petak berikan. Namun mungkin tahun ini Allah tidak memberikan rezeki sekaligus amanah paling berharga itu kepada mereka karena nama yang kini sudah disiapkannya terpaksa harus tertulis diatas papan kayu sebagai tanda pengenal dari kuburan Sakinah anak pertama mereka. Isak tangis pun selalu membanjiri pipi Annisa. Sesekali Mas Petak juga melakukan hal yang sama jika teringat kepada Sakinah. Akan tetapi Mas Petak tak ingin berlama-lama berada dalam keterpurukan maka dari itu ia mengajak Annisa untuk bersama-sama mencoba menghilangkan penderitaan yang pernah terjadi dalam hidup mereka. Alhamdulillah atas izin Allah mereka bisa melalui masalah itu dan kembali untuk tetap tersenyum bahagia.Empat puluh hari setelah kematian Sakinah, Niki anak angkat dari ibu Diah akan segera memperoleh gelar istri karena besok ia akan dipersunting oleh Anggit, lebih tepatnya di Tangerang, Banten. Berkat restu dan doa dari semua pihak tanpa ada kendala akhirnya pernikahan mereka berjalan dengan lancar. Meskipun baru mengenal Anggit beberapa minggu tapi Niki nampaknya terlihat bahagia. Setiap hari ketika melakukan aktivitas pasti mereka selalu bersama-sama kecuali pada saat Anggit pergi bekerja. Saat ini pekerjaan Mas Petak, Annisa juga Anggit sama-sama sebagai Reporter di stasiun tv nasional. Sedangkan Niki baru akan melakukan wisuda bulan depan. Walaupun sekarang Niki seorang mahasiswi di fakultas Ekonomi tapi niat dalam hatinya untuk menjadi seorang aktris layar lebar ternyata masih akan tetap dikejar.
"Mas kapan ya aku bisa mengandung lagi?" Ujar Annisa.
"Insyaallah secepatnya sayang. Kelihatannya kamu sudah tidak sabar tapi tenang saja Allah pasti mengizinkan kamu agar bisa mengandung kembali."
"Iya Mas, semoga saja. Aku ingin sekali didalam kamar kita ada tangisan bayi setiap harinya." Memeluk Mas Petak.
"Kita berdoa saja semoga Allah cepat memberikan keturunan yang kedua untuk kita."
"Amiin."
   Lima bulan kemudian. Annisa dan Niki mendapatkan rezeki yang sampai sekarang masih diharapkan oleh mereka yaitu mengandung dan menjadi aktris film layar lebar. Akhirnya kini Niki berhasil mencapai cita-citanya setelah ia ditawari Casting oleh produser film. Niki mampu memikat sang produser ketika ia berhasil menangis dalam peran aktingnya. Saat itu Niki langsung dihadapkan dengan pemeran utama laki-laki film tersebut, ia bernama Evan Sanders. Chimestry mereka sangat pas dan cocok. Itulah kenapa sang produser menawari Niki untuk menjadi pemeran utama wanita di film tersebut. Bahkan tak tangung-tanggung kontrak Niki pun senilai Rp.200.000.000,-."(Menangis) Aku memang aktris pendatang baru yang belum terlalu mahir dalam berakting tapi setidaknya aku bisa belajar sedikit demi sedikit dari kalian. (Menunjuk Evan Sanders) dan kau harus ingat jika suatu saat nanti aktingku jauh lebih baik dari kamu jangan salahkan aku bila job filmmu akan ku rauk semua./Berani sekali kamu berbicara seperti itu. Ancaman kamu tadi tidak akan pernah terwujud secuil pun karena sebentar lagi aku akan berganti profesi sebagai produser. Dan kamu jangan mimpi akan tetap bisa berakting di perfilman Indonesia. Ingat itu!" Dialog film pertama Niki.Namun rupanya hubungan Niki dan Anggit jadi banyak masalah setelah cita-cita menjadi aktris film berhasil diraih oleh Niki. Karena Anggit masih belum bisa menerima situasi seperti ini, ia tidak ingin kalau istrinya selalu pulang malam dan hanya bisa membagi sedikit waktu untuk Anggit.
"Sayang mungkin kamu akan kecewa dengan keputusan ini tapi Mas yakin inilah yang terbaik."
"Memangnya ada apa Mas?"
"Mas minta kamu berhenti berprofesi sebagai aktris karena selain membawa masalah untuk hubungan kita dan juga Mas takut kalau studi kamu akan terganggu."
"Jika memang itu yang Mas inginkan aku akan mematuhinya karena walaupun menjadi seorang aktris film layar lebar sangat aku harapkan sejak kecil tapi aku juga tidak bisa membantah keputusan Mas karena bagaimana pun aku harus patuh terhadap perkataan suami."
"(Memegang tangan Niki) Terimakasih sayang kamu memang istri yang paling salehah di dunia."
"Kalau begitu aku telepon produsernya dulu."
***Menghubungkan telepon***
"Assalamualaikum pak. Mungkin aku tidak bisa lagi meneruskan filmnya."
"Waalaikumsalam. Kenapa mendadak sekali? Padahalkan kamu hanya satu hari lagi menjalani shooting di film ini."
"Sebelumnya aku minta maaf jika keputusan ini membuat anda kecewa. Tapi aku harus mematuhinya karena ini adalah keputusan suamiku."
"Saya mengerti itu. Tapi cobalah pikirkan kembali kamu sudah saya kontrak dan sekarang kamu ingin meninggalkannya begitu saja."
"Anda tenang saja besok pasti akan segera kami kembailikan uangnya.""
Kalau boleh saya ingin berbicara dengan suamimu."
"Iya hallo."
"Maaf kalau saya boleh minta izinkanlah Niki untuk meneruskan film ini karena waktunya hanya tinggal besok saja dan jika Niki tidak meneruskannya pasti film ini akan terbuang sia-sia lalu saya akan rugi besar."
"(Berpikir dan menoleh Niki) Baiklah saya izinkan istriku untuk melanjutkan filmnya."
"Terimakasih."
   Setelah film itu selesai Niki pun mematuhi keputusan suaminya untuk tidak lagi berprofesi sebagai aktris.Sembilan bulan kemudian. Annisa berada dirumah sakit sedang melakukan persalinan. Dan setelah beberapa menit menunggu akhirnya kekhawatiran Mas Petak mulai sirna ketika mendengar dua jeritan bayi didalam kamar salin Annisa. Namun lagi-lagi takdir tidak bersahabat dengan mereka karena setelah selesai mengazani dan memberikan nama untuk anak kembarnya tak lama Mas Petak pun harus berduka ketika melihat istri dan anaknya sudah tidak bernafas lagi. Dengan rasa terpaksa nama Mawadah dan Warahmah yang baru saja Mas Petak berikan kepada anak kembarnya itu harus kembali dituliskan diatas papan kayu sebagai tanda pengenal kuburan mereka.
End.

Comments